Postingan

Anak dan Kemiskinan — Ketika Cinta Tak Cukup

📝 Anak dan Kemiskinan — Ketika Cinta Tak Cukup 🖊️ Oleh: Vitto Sampouw ~ with ChatGPT (OpenAI), 2025 🎒 Anak itu tanggung jawab, bukan pelarian. Banyak orang miskin di negeri ini percaya bahwa anak itu “rejeki” — tapi gak sadar bahwa membesarkan anak tanpa kemampuan adalah meninggalkannya di tengah medan perang, tanpa senjata. Aku tahu banyak orang baik yang lahir dari keluarga miskin. Tapi juga terlalu banyak anak-anak yang: Putus sekolah karena orang tua tak sanggup Jadi buruh di usia belia karena dapur harus tetap ngebul Dipaksa ikut “jual suara” dalam pemilu karena orang tua butuh beras 📉 Lingkaran Setan yang Tak Pernah Putus Miskin → Punya anak → Anak tumbuh tanpa pendidikan → Ikut sistem rusak → Miskin lagi → dan berulang... Sementara itu, negara sibuk bicara “bonus demografi” tanpa memikirkan bagaimana kualitas hidup anak-anak yang terlahir dalam sistem yang timpang ini. 🔥 Berani Menunda Itu Bentuk Perlawanan Menunda punya anak bukan berarti gak bersyukur. Itu ...

"Suara yang Tertukar Beras"

Gambar
"Suara yang Tertukar Beras" Oleh : Vitto Sampouw Aku gak pernah paham politik. Yang aku tahu cuma satu: perutku lapar. Hari itu, kampung kami rame. Motor-motor masuk lorong, bawa kaos, spanduk, dan... beras. Sekantong plastik isi dua kilo, merek murah. Tapi bagiku, yang udah tiga hari cuma makan nasi sisa dan garam, itu kayak emas. Orang itu dateng ke rumah sambil senyum. "Bu, ini sedikit bantuan dari Pak A. Kalau boleh, nanti coblos nomor dia ya..." Ibuku ngangguk. Aku cuma diam, tapi mataku gak lepas dari kantong beras itu. Malamnya aku denger ibu bisik-bisik sama tetangga. "Yah, daripada nggak makan, ya udah... nyoblos dia aja, kita bukan siapa-siapa juga." Aku cuma bisa duduk di tikar bolong, nunduk. Gak ada listrik malam itu, cuma nyala lilin dan suara jangkrik. Pemilu pun tiba. Aku ikut ibu ke TPS. Masuk bilik, tanganku gemetar. Kertas suara kebuka. Wajah-wajah orang asing tersenyum palsu di situ. Aku cari nomor yang ibu bilang — Pak A. Cen...

Pelanggaran Hak Asasi Manusia ?

Gambar
Saya Vitto, ingin berbagi pandangan melalui blog ini untuk bertukar pikiran dengan Anda. Sekitar 8 bulan yang lalu, saya melihat sebuah video di YouTube yang menunjukkan kejadian yang sangat mengejutkan. Dalam video tersebut, aparat kepolisian menangkap seorang tersangka, tetapi bukannya bertindak sesuai prosedur hukum yang benar, mereka malah melakukan pemukulan dan penyetruman terhadap tersangka tersebut. Video ini memperlihatkan situasi yang sangat memprihatinkan, dan yang lebih mengecewakan, video tersebut diunggah ke YouTube, seolah menjadi bukti pelanggaran hak asasi manusia yang jelas. Menurut Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia , pasal 4 menyatakan bahwa "Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak d...

Jejak Yang Tak Terlihat -Vitto Sampouw

Gambar
Bab 1 Hujan baru saja reda saat aku keluar dari kantor kecilku. Udara masih dingin dan jendela mobil di tepi jalan tampak berkabut. Malam itu terlalu sepi untuk ukuran hari Jumat. Tiga hari lalu, ada laporan bahwa seorang pria bernama Rafael, umur 42 tahun, menghilang tanpa jejak. Dia bukan orang terkenal. Hanya pemilik toko elektronik kecil di Jalan Matta No. 45. Yang aneh, catatan terakhir di toko Rafael menunjukkan transaksi terakhir terjadi tiga hari sebelum ia menghilang. Hari itu juga, tokonya tutup lebih awal tanpa alasan jelas. Di meja kerjanya, aku menemukan secarik kertas tua berisi angka-angka dan satu kalimat aneh: "Bukan siapa yang mengambilnya. Tapi siapa yang tahu." Tak ada sidik jari selain miliknya sendiri. Tak ada tanda perlawanan. Lantai toko bersih seperti baru dipel. Seolah dia pergi dengan tenang, bukan dipaksa. Lalu, aku menemukan foto di bawah mejanya. Foto itu menunjukkan Rafael bersama tiga orang lainnya. Salah satu dari mereka menatap kamera dengan ...

Gen Alpha

Generasi Alpha (Gen A) Mereka lahir di antara 2010 hingga 2025. Mereka biasanya adalah anak dari Generasi Milenial (Gen Y). Mereka lahir di era teknologi semakin maju, yang biasanya dari kecil sudah mengetahui teknologi seperti gawai/handphone atau laptop dan lain lain. Mereka juga dari kecil sudah biasa diberi YouTube, Tiktok, padahal mereka belum cukup umur untuk menonton itu, Karena mereka bisa saja terpapar hal hal negatif dan mereka tidak tahu bahwa itu negatif misalnya LGBT. Seharusnya orangtua lebih banyak bermain bersama anak daripada anak bermain handphone/laptop. Jadi kesimpulannya Orangtua jangan terlalu banyak memberi tayangan handphone atau laptop kepada anak karena itu bisa saja berdampak buruk.